DIY Wedding: Dramatisnya Sebuah Dokumen

Dokumen merupakan bagian terberat dalam proses persiapan pernikahan saya, bahkan masih menorehkan luka yang membuat sedikit rasa trauma ketika menengok kejadian-kejadian waktu itu. Ingatan tentang betapa berat secara mental saya rasakan juga membuat saya berhenti sejenak menulis blog tentang persiapan pernikahan.

Ijinkan saya mulai semua dengan curhatan dulu ya, sebelum nanti akan saya susulkan tips dan trik yang mungkin bisa membantu di postingan selanjutnya.

Acara saya memang direncanakan untuk sederhana, awalnya dengan sedikit hiburan, dekorasi dan souvenir. Tapi balik lagi namanya rencana manusia terkadang tak bisa sempurna terwujudkan. Sedih pasti, tapi kembali lagi tujuan saya menikah dan membagikan kebahagian dengan tamu saat itu. (more…)

Read More

DIY Wedding: Persiapan Baju Pengantin

Beralih pada topik yang kerap jadi perdebatan panjang seorang wanita dengan diri sendiri, pasangan atau orang tua. Baju pengantin merupakan komponen yang harus disiapkan dengan hati-hati, penuh perhitungan dan pertimbangan.

Tak jarang keinginan memiliki baju model tertentu malah berbenturan dengan aturan; keinginan; harapan dari pihak lain. Jangankan model, bahkan warna baju saja bisa jadi panjang pembahasannya. Inilah pentingnya tegas dalam mengambil keputusan, punya gambaran jelas soal baju yang ingin dipakai, dan tahu benar celah kompromi. (more…)

Read More

DIY Wedding

DIY Wedding: Pemilihan Konsep Pernikahan

Hal pertama ketika saya tahu akan melangkah ke jenjang pernikahan, selain menyiapkan kemantaban batin juga menuliskan daftar yang harus disiapkan. Selain itu ada sesi bertukar visi dengan pasangan, diskusi ringan dibutuhkan untuk tahu kapan pernikahan akan berlangsung. Tanggal akad nikah atau perayaan bisa dipilih berdasarkan tanggal cantik atau perhitungan weton.

Setelah tahu tanggal bisa lanjut ke diskusi mengenai konsep pernikahan. Meskipun di Indonesia mayoritas keputusan dan acara pernikahan diadakan oleh pihak wanita, tak ada salahnya berbagi isi kepala. Hal itu bisa mengurangi beban sekaligus masa percobaan menghadapi kalau ada bentrok dengan suami dikemudian hari. (more…)

Read More

pernikahan

Belajar Memahami Makna Pernikahan

– Postingan blog ini murni curhatan saat awal sebelum menuju persiapan pernikahan –

Selesai mengarungi tahap pertama kegalauan tentang kesiapan diri untuk menikah, rupanya saya harus menghadapai tahap galau lainnya. Kali ini terjadi selama masa menanti dilamar (long distance engagement) saya mempertanyakan makna pernikahan.

Tak jarang pula saya menanyakan makna pernikahan kepada teman-teman saya. Di satu sisi mereka berujar pernikahan ialah sebuah lembaga legal yang agung, di sisi lain termenung lalu berujar jika mereka belum dalam tahap kesiapan bahkan untuk membahasnya.

Posisinya saya sedang galau, terlalu banyak pikiran ini itu. Saat seperti inilah saya akui tak bisa merawat hubungan lain bahkan pertemanan. Memilih untuk menarik diri dari peredaran dan pergaulan karena merasa energinya sudah habis di kepala. (more…)

Read More

Proses Meyakinkan Diri Mau Menikah

– Postingan blog ini murni curhatan saat awal sebelum menuju persiapan pernikahan –

Masa sebelum memutuskan akan menikah adalah momen paling lambat yang saya alami. Di dalamnya penuh dengan gejolak yang mengejutkan. Bagi saya satu hari itu terasa begitu lama karena menimbang setiap kondisi, menelaah setiap kejadian yang pernah dilalui, mencari kesiapan dalam diri.

Saya akui, meyakinkan diri sendiri merupakan proses yang berat. Padahal situasi saya tidak rumit. Isi kepala sayalah yang terlalu rumit untuk bisa dipahami dengan mudah. Hahaha, namanya juga wanita. (more…)

Read More

idrak: Sepatah Nafas

Ada dalam satu waktu saya mempertanyakan tentang arti hidup dan tentang makna sebuah kematian. Tak jarang pula terbayang bagaimana kelak saya menghadapi masa terakhir nafas dalam hidup ini. Pemikiran ini membuat hati saya sering dilanda kerisauan yang teramat tidak bisa dijelaskan.

Kurang lebih semenjak 2015 pemikiran ini terus mengalir dan intensitasnya semakin tinggi pada 2016. Terlalu banyak pertanyaan dan permisalan yang akhirnya melahirkan kegundahan dalam jiwa. Saya mengakui tahap ini membuat hidup saya tidak tenang.

Saya kurang tahu apakah hal ini juga perah dialami oleh orang lain. Tapi untuk menenangkan diri saya meyakini jika tahap ini adalah proses yang harus dijalani saat menuju usia lebih tua. Hahahahaha.. (more…)

Read More

jurnal, bullet journal

Jurnal Digital vs Manual, Tergantung Selera dan Kebutuhan

Beberapa waktu lalu saya sempat menuliskan tentang kebiasaan baru saya, menulis di buku jurnal. Tentu saja banyak teman-teman saya yang bertanya “Mengapa harus di buku?”, “Kenapa harus ribet sih, kan ada aplikasi di hape?”, “Kamu selo banget nulis di buku?”, “Kok ga praktis?”, “Bukannya ada aplikasi digitalnya di laptop atau handphone, kenapa harus nulis?” dan seterusnya. (more…)

Read More

bullet journal november

Menyusun Bullet Journal November

Tanpa saya sadari, ternyata jurnal harian sudah jadi bagian dalam keseharian. Berawal dari tak sanggup mengelola waktu versus jumlah pekerjaan yang harus ditangani, akhirnya mencoba mendisiplinkan diri dengan jurnal. Saya baru mulai menuliskan jurnal pada Maret 2016 ini, dan melabuhkan pada tipe bullet journal.

Sekilas Soal Bullet Journal

Bullet Journal merupakan salah satu sistem menuliskan jurnal harian. Ada banyak referensi mengenai sistem bullet journal di internet. Intinya sih merangkumkan segala aspek kegiatan sehari-hari kamu dalam catatan manual (saya belum tau kalau ada aplikasi yang bisa mengakomodir sistem ini). (more…)

Read More

jurnal, bullet journal

Meniti Ingatan Lewat Jurnal

Terkadang kalau sudah menghadapi banyak task dalam waktu bersamaan seringnya merasa kewalahan karena tidak semua hal bisa diingat dengan sempurna. Hal tersebut saya rasakan beberapa waktu belakangan, ketika mulai menumpuk pekerjaan dalam satu waktu rasanya 24 jam tak pernah cukup.

Kemudian mencari cara dan celah untuk bisa menata hidup selama sebulan. Menata mana prioritas, mana yang harus dilakukan, mana target yang harus dicapai dan apa saja yang telah dilakukan dalam rentang waktu satu bulan. Banyak ya, tapi pada akhirnya semua terjawab dengan jurnal. (more…)

Read More