journal indonesia

Peralatan Awal Berjurnal

Sekian lama menggunakan sistem bullet journal dalam berjurnal dan merasakan manfaatnya. Saya rasa sudah waktunya membagikan beberapa cerita persiapan yang bisa jadi ide hingga membawa manfaat bagi yang membaca. Apabila kamu berencana untuk mengorganisasi dan mendokumentasi segala kegiatan dalam catatan, sistem bullet journal bisa jadi pilihan.

Sebenarnya berjurnal itu tak terbatas pada bullet journal, beberapa teman ada yang lebih nyaman menggunakan planner hingga diary untuk mencatat segala kegiatannya. Kembali lagi ke seberapa nyaman mencatat.

Alat untuk memulainya tak perlu yang mewah, karena pada dasarnya konsistensi adalah kunci utama agar mencatat kegiatan sehari-hari bisa berjalan lancar. (more…)

Read More

Mengenal Lebih Dekat Tentang Bullet Journal

Beberapa unggahan post di blog saya pernah mengulas tentang journal analog yang saya buat. Belakangan saya ingin membuat ulasan lagi tentang sistem yang saya gunakan pada buku journal selama ini. Saya merasa ‘tercerahkan’ ketika pertama menemukan sistem ini setelah melakukan riset di internet. Bullet Journal.

Saya bukan ahlinya Bullet Journal, jadi pembahasan hanya sebatas yang saya pahami saja. Tapi dengan pengetahuan terbatas, saya mau mengulas karena barang kali ada yang masih belum paham atau mengerti tentang sistem Bullet Journal. (more…)

Read More

Perbedaan Journal dan Planner

Tak terasa dua tahun sudah saya berhasil mengisi jurnal dengan sistem Bullet Journal sejak 2016 silam. Yang saya ingat, saat itu memutuskan menuliskan catatan harian ke sebuah buku karena rutinitas kesibukan saya. Buku jurnal membantu saya menata hidup, mengingat hal yang dilakukan, merencanakan hal yang direncanakan tanpa perlu menatap gawai seperti handphone atau komputer.

Kali ini saya tak akan membahas mengenai alasan memilih menulis jurnal di buku, karena sudah ada beberapa pembahasan di postingan sebelumnya. Kali ini saya mau ngomongin soal Planner dan Journal, perbedaan yang mungkin sedikit banyak membuat orang bingung. *Tapi karena saya bukan ahli, mungkin informasinya tidak akurat banget ya. (more…)

Read More

DIY Wedding : Cerita Persiapan Nikah

Akhir 2016 tampaknya waktu yang bagus untuk membagikan cerita tentang persiapan nikah. Ceritanya akan berdasarkan pengalaman pribadi, sedikit tips dan trik yang siapa tahu dapat digunakan. Semoga dapat berguna untuk yang ingin menyiapkan pernikahannya secara sederhana.

Karena persiapan pernikahan merupakan proses panjang yang membutuhkan kesabaran luar biasa, maka cerita persiapannya akan jadi beberapa seri postingan. (more…)

Read More

DIY Wedding: Cerita Tentang Undangan Pernikahan

Mengabarkan adanya acara pernikahan merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi. Salah satu cara mengabarkannya ialah dengan media undangan. Masuk dalam cerita undangan pernikahan yang saya pribadi ingin membuatnya spesial untuk diri sendiri, ah siapa yang tak mau itu coba.

Undangan pernikahan memiliki banyak pilihan mulai dari ingin dicetak atau digital, desain hingga jenis materi kertas yang ingin digunakan. Kertas undangan pernikahan pilihannya sangat beragam, dari kertas ivory yang punya efek mengkilap hingga linen yang punya tekstur unik. (more…)

Read More

DIY Wedding: Vendor Gedung dan Katering Pernikahan

Persiapan pernikahan tak mungkin dilepaskan dari kebutuhan gedung dan katering. Sering pula saya dengar berbagai kesulitan menghadapi perkara pemilihan gedung dan katering. Mulai dari pilihan ketersediaan gedung yang menipis karena tingginya jumlah gelaran acara pada hari tersebut. Hingga melubernya biaya di makanan.

Saya juga memiliki kekhawatiran yang sama dalam memilih gedung dan katering ini, meski telah membatasi undangan hanya sebatas 100an orang saja. Untuk gedung dan katering kebetulan menemukan vendor yang menyediakan paket dengan harga yang masih masuk plan. (more…)

Read More

DIY Wedding: Setumpuk Berkat dalam Seserahan

Melanjutkan cerita mengenai persiapan pernikahan. Mengingat acara lalu saya tangani sendiri tanpa bantuan event organizer (EO) karena terlalu lebay jika syukuran saja pake bantuan mereka. Maka di tengah proses penyelesaian berkas-berkas saya pun masuk ke persiapan seserahan.

Kata tetua, sebenarnya jika hanya ingin akad dan syukuran maka tak perlu adanya seserahan. Namun seserahan adalah salah satu impian saya yang harus hadir dalam prosesi akad nikah. Intinya ada itu bingkisan itu, diserahkan lalu difoto dan saya akan senang.

Menurut adat di Jawa Tengah dan hasil pencarian sebelum memutuskan mencari isi seserahan, lazimnya kotak seserahan itu berjumlah ganjil. Berapa jumlah pastinya tergantung kesepakatan calon pengantinnya, dengan kata lain sih tergantung maumu berapa.

Seserahan merupakan salah satu simbol keseriusan sang pasangan (mempelai pria) untuk meminang pasangannya. Bukan berarti tanpa seserahan sebuah pernikahan tak bisa dianggap serius juga, sekali lagi ini hanya simbol. (more…)

Read More