30DBlog: Pengalaman Memalukan yang Pernah Dialami

Petunjuk topik blog hari ke dua puluh sembilan itu menceritakan pengalaman paling memalukan. Tapi, saya agak ragu-ragu dengan kata ‘paling’. Kalau ditulis di sini bukankan jadi semakin memalukan. Maka saya pilih salah satu pengalaman memalukan yang ga paling sih, tapi ya malu aja kalo diingat-ingat.

Kejadian memalukan pastilah pernah terjadi dalam hidup. Baik itu melakukan kesalahan, teledor atau kejadian di luar prediksi sehingga ujungnya bikin malu.

Saya masih ingat dengan baik sih, waktu-waktu awal kuliah itu jadi waktu paling merekah. Merekahnya keinginan eksistensi diri, atau apapun itu istilahnya. Kadang keinginan itu menuntut diri melakukan satu hal dengan sempurna dan tanpa kesalahan sedikitpun. Hal sepele yang salah waktu bisa jadi sangat memalukan.

Iya, cerita saya ini sepele banget sih. Karena keteledoran saya sendiri.
Jadi ceritanya saya harus mengejar waktu untuk konsultasi tugas kuliah dengan dosen, dan hal ini merupakan hal baru dalam hidup saya. Selama SD-SMA tak pernah ada istilah konsultasi pekerjaan rumah. Tapi di kuliah ada.

Nah dosen saya ini punya waktu luang untuk melayani konsultasinya terbatas. Saya pun punya waktu untuk mengejar beliau juga terbatas. Satu waktu sore yang ramai saya pun mengejar waktu konsultasi dosen. Apesnya, sang dosen tidak di ruangan tapi di kelas pada lantai dua.

Sebagai mahasiswa baru, saya gugup banget untuk bertemu dosen apalagi membayangkan pekerjaan rumah dimentahkan. Ples, saya juga takut dengan senior baik dari jurusan yang ataupun yang beda jurusan. Sore itu kebetulan para senior garang sedang leyeh-leyeh di tangga, hampir semua wilayah tangga diisi oleh mereka.

Saya panik harus bersapa dengan senior yang garang gitu di mata saya pada waktu itu. Tapi saya juga panik waktu konsul sudah hampir habis. Setelah permisi-permisi, akhirnya diberikan jalan. Apesnya ada di sini, saya teledor dan terburu-buru hingga akhirnya terpeleset di tangga.

Sepele kan? Tapi itu memalukan banget. Apalagi semua yang di tangga langsung mengalihkan perhatian pada saya yang terpeleset. Tulang kering saya kena tangga, sakit sih, tapi malu dilihat semua orang itu membuat rasa sakitnya hilang.

Akhirnya cuma ketawa dan dengan wajah super garing mencoba berdiri. Setengahnya saya berlari mendaki tangga..eh..kepleset lagi. Malang nian.
Tenang, akhirnya saya bisa mengontrol diri hingga menuju ruang kelas dan konsultasi tugas dengan dosen. Sudah ya, saya malu….hahahahahha.

30 Day Blogging Challenge

Leave a Reply