DIY Wedding: Cerita Tentang Undangan Pernikahan

Mengabarkan adanya acara pernikahan merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi. Salah satu cara mengabarkannya ialah dengan media undangan. Masuk dalam cerita undangan pernikahan yang saya pribadi ingin membuatnya spesial untuk diri sendiri, ah siapa yang tak mau itu coba.

Undangan pernikahan memiliki banyak pilihan mulai dari ingin dicetak atau digital, desain hingga jenis materi kertas yang ingin digunakan. Kertas undangan pernikahan pilihannya sangat beragam, dari kertas ivory yang punya efek mengkilap hingga linen yang punya tekstur unik.

Bagian desain juga ada banyak banget referensi untuk undangan pernikahan yang kerap kali membuat pusing. Belum lagi pilihan mau dibuat dalam jumlah besar, sederhana atau hard cover. Jujur saja saya sempat mengalami masa putus asa untuk undangan pernikahan.

Jenis Media Undangan Pernikahan

Menurut saya, ada dua jenis media undangan. Undangan cetak dan digital yang belakangan mulai populer. Undangan digital mulai populer semenjak adanya media sosial. Biasanya undangan ini disebar di akun media sosial sang calon pengantin atau dikirimkan melalui chat (bisa juga email).

Sementara undangan cetak saya rasa masih berkuasa di atas undangan digital. Bentuk fisik yang menarik dan lebih terhindar dari human error (kehapus dari gawai jika dikirim melalui chat, tak sempat mengunduh hingga kendala koneksi). Ragamnya tak terperi, mulai dari yang sederhana selembar saja hingga membentuk benda seperti kotak dengan ornamen tak terlupakan.

Untuk undangan cetak, jenis kertas bisa jadi salah satu kunci yang harus diperhatikan. Bagaimana kesan yang ingin ditampilkan biasanya terlihat dari jenis kertasnya. Kamu bisa mengenal Jenis Kertas di Link INI. Tapi biasanya jika kamu datang ke percetakan, mereka akan menyuguhkan contoh kertas undangannya hingga desain yang bisa jadi referensi.

Tren Undangan Pernikahan

Selama saya mempersiapkan undangan pernikahan (pada tahun 2016) itu tren yang sedang digemari adalah minimalist design (tsah, bahasanya). Minimalist design ini mulai dari undangan yang hanya selembar bolak balik, hingga desain undangannya yang sederhana. Biasanya pilihan desain sekitaran vektor sederhana dengan kombinasi 1 hingga 2 warna saja.

Namun, bagi penyuka rasa lebih imut, ada juga pilihan menggunakan ornamen bunga. Bunga ini bisa berupa vector hingga gambar menyerupai lukisan. Yah, balik lagi ke selera. Untuk kertas sendiri pilihan concord, linen, art paper dan jasmine masih jadi biduan.

Ada yang baru, undangan untuk bridal shower (selamatan anak muda sebelum nikah) dan jadi bridesmaid (pengiring pengantin atau tanda teman dekat pengantin). Untuk bridal shower, biasanya selain undangan juga ada dekorasi khusus yang dipersiapkan dengan tema tertentu. Pokoknya setiap printilan dibuat spesial.

Sementara untuk undangan bridesmaid, biasanya selembar kertas yang menyertakan ajakan jadi pengiring disertai desain baju. Undangan ini biasanya berbarengan dengan sepaket kain untuk sang calon bride maid.

Undangan Pernikahan Saya

Kebetulan saya ingin memberikan kesan spesial untuk undangan ini, atau lebih tepatnya dibuatkan waktu seluang mungkin untuk membuatnya. Saya mendesain sendiri undangan pernikahan. Idenya hanya membuat ilustrasi wajah saya dan pasangan (berbekal foto yang dimiliki), ples salah satu moment pegangan tangan sebagai simbol ikatan penikahan (bebas kan ya bebas).

Berangkat dari gambar tersebut, saya tambahkan ornamen bunga agar terkesan lebih manis. Ditambah dengan keterangan yang dibilang minimalis banget, bahkan sempat diprotes oleh para pemerhati undangan pernikahan karena dirasa kurang lengkap.

Undangan sederhana ini saya jadikan sebagai undangan digital yang saya sebar untuk teman dekat, demi mengurangi ongkos undangan. Sementara saya tetap mencetaknya dengan kertas art paper, ditempel pada kertas sampul cokelat dan diberi hiasan kertas alas kue. Cukup layak untuk jadi undangan.

Oh, jika kamu berminat untuk membuat undangan pernikahan… saya ga akan menawarkan diri kok untuk ini. Tapi ada rekomendasi salah satu toko online milik teman saya di Instagram yang bisa digunakan jasanya.

Instagram : paperlove_id

Semoga menginspirasi untuk yang nyari info undangan pernikahan.

DIY Wedding

2 thoughts on “DIY Wedding: Cerita Tentang Undangan Pernikahan

Leave a Reply