DIY Wedding: First Starter Pack Persiapan Pernikahan

Terjun langsung menyiapkan pernikahan berarti siap berperang dengan segala resiko yang ada di depan. Berdasarkan pengalaman mengurus sendiri pernikahan kecil saya yang lalu, ada beberapa hal yang harus kamu siapkan untuk pegangan.

Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu siapkan untuk berperang dalam persiapan pernikahan:

 

1. Miliki Sebuah Catatan

Buku kecil atau aplikasi mencatat bisa dijadikan pilihan yang baik. Catatan akan menjadi teman selama proses persiapan, berguna agar kamu tetap dalam rencana dan tidak impulsif mengambil keputusan gegabah team collaboration tools.

Buat ketegori hal yang ingin diselesaikan dan barang yang ingin dibeli. Pastikan catatan itu berupa list yang berurutan, karena akan lebih mudah diingat. Tetap terorganisir merupakan kunci sukses menyiapkan acara.

Bagi saya, daftar catatan merupakan pegangan untuk tetap waras dan berada di jalan yang benar.

2. Mantab dengan Konsep Acara

Konsep acara ini adalah hal yang harus dipikirkan di awal. Kesepakatan dengan pasangan dan keluarga akan lebih memudahkan kamu menjalankan tugas menyiapkan acara. Jika telah mantab dengan konsepnya, kamu akan mudah menemukan detail-detail yang perlu disiapkan.

3. Bagi Porsi Kerja dengan Tegas

Jika ingin melibatkan orang lain selain diri sendiri dan pasangan, pastikan pembagian kerjanya jelas dan tidak saling mencampuri tugas yang lain. Hal ini menghindarkan kericuhan yang akan terjadi kapan saja. Pastikan juga tampu keputusan ada di satu atau dua orang yang komunikasinya oke satu sama lain.

Dalam hal ini saya dan pasangan sudah sepakat jika acara pernikahan kami ini proses serta persiapannya setara atau satu level dengan acara-acara komunitas yang sering kami tangani sebelumnya. Jadi jika kamu sering mengerjakan acara offline di lapangan, maka tak akan kikuk dalam persiapan ini.

4. Buat Estimasi Dana yang Jelas dan Adakan Dana Darurat

Dana merupakan hal sensitif, oleh karena itu buatlah estimasi dana yang jelas. Membuat semacam catatan pemasukan (dana asal) dan detail pengeluaran akan memudahkan kamu kemudian hari. Memang mencatat aliran dana adalah pe-er sejati yang berat, namun di akhir acara kamu tak akan kerepotan menelusur jika terjadi masalah.

Dari pengalaman yang saya dapatkan, memiliki dana darurat untuk acara ialah hal penting. Karena kapanpun kamu lengah, kebutuhan mendadak akan datang. Misal, kelebihan muatan pada pengeluaran seksi konsumsi.

Untuk acara kemarin, saya punya catatan estimasi di mana jumlahnya ditambahkan 20-30% dari info harga yang saya dapat. Plus dana darurat sejumlah 30% dari estimasi pengeluaran keseluruhan sampai acara selesai setuntasnya.

5. Simpan Nota

Salah satu kebiasaan saya saat mengurus sebuah acara kecil atau besar adalah menyimpan nota. Nota itu sangat berguna untuk rekap pengeluaran, apalagi di tengah banyak hal yang dipikirkan pasti tak mudah mengingat nominal dengan tepat. Demi menghindari kesalahan sebaiknya simpan nota dalam sebuah amplop khusus.

6. Berbagi dengan Teman

Jangan lupa juga untuk punya teman diskusi, pasti ada satu dua teman yang mampu menemani kamu untuk sekedar mendengarkan curhat tentang persiapan. Karena selama proses ini, tak dipungkiri perasaan kita begitu rapuh.

Teman juga penting untuk menemani belanja seperti kebutuhan seserahan. Jangan lupa ajak dirimu meluangkan waktu untuk menikmati hidup. Sekedar ngopi atau karaoke bareng teman untuk melepaskan stres juga sangat penting.

7. Selalu Punya Rencana Cadangan

Mungkin terdengar aneh, karena biasanya banyak orang akan memilih untuk tidak punya pilihan lain. Rencana cadangan bukan berarti mengalihkan rencana utama lho. Tapi rencana cadangan ini ada untuk terus maju saat salah satu elemen proses persiapan terdapat halangan.

Saya sendiri punya rencana cadangan setidaknya dua. Misal, jika tanggal tak bisa di awal ya sudah diundur 1 minggu, kalau gagal mundurin minggu selanjutnya. Atau jika tak dapat perias sudah memberikan aba-aba kepada teman untuk membantu merias.

Bagi saya, pernikahan itu pasti tapi prosesnya bisa fleksibel mengikuti situasi dan kondisi.

8. Rajin-Rajinlah Berdoa

Salah satu starter pack yang paling manjur adalah BERDOA. Terkadang kita tak merasa cukup mencurahkan isi hati kepada teman atau diskusi dengan pasangan. Maka doa adalah solusi yang bisa saya sarankan.

Yaps, terpenting adalah berdoa agar persiapannya lancar. Setiap langkah persiapan dimulai dengan doa dan diakhiri dengan doa juga. Jika menghadapi masalah, beri waktu sejenak pada diri untuk mengheningkan cipta dan berdoa.

Persiapan pernikahan itu begitu panjang, berliku dan penuh hal-hal seru yang baru sekali dihadapi. Saya sendiri sering mengheningkan cipta untuk merenungi sejenak apakah ada langkah yang salah; meneruskan langkah atau putar balik ambil opsi lain.

Ya, demikian sedikit hal-hal yang bisa kamu siapkan dan adakan saat proses persiapan pernikahan. Semoga membantu!

DIY Wedding

Leave a Reply