Balada Nasi Goreng dan Berat Badan

Bertahun-tahun lalu, saya selalu berjibaku dengan bagaimana mendapatkan berat badan normal, minimal di angka 4. Yah, dulu waktu masih muda berat badan saya hanya di angka 3 saja, begitu kurus. Sampai sering sakit hati sendiri ketika menyaksikan BMI di area kurang gizi.

Pada umur 25 tahun saya sudah berhasil stabil di angka 42kg. Bobot yang menyenangkan setelah bertahun-tahun susah payah mencapainya. Tapi umur memang tak bisa menipu, secepat-cepatnya sistem metabolisme tubuh pada akhirnya melambat juga.  (more…)

Read More

Keterikatan dengan Mie Instant yang Susah Dipisahkan

Aha, ternyata saya ini bukan anak yang sehat-sehat banget kehidupannya. Sampai saat ini saya masih menggemari makan mie instan. Yah, sudah banyak teman mengingatkan jika “makan mie itu ga sehat” “jangan banyak-banyak makan mie” “mie bikin kanker”.

Bukan saya tidak peduli apa kata teman-teman saya soal mie ini. Tapi ada banyak kondisi di mana saya terpaksa makan mie instan. Yang paling relevan ialah praktis dan kondisi keuangan. Sebagai anak kos yang murni mengandalkan pendapatan sendiri, terkadang dihadapkan dalam kondisi keuangan serba mepet. Saya tak mungkin tidak makan, maka pilihan saya ada pada mie. (more…)

Read More

Kontemplasi dalam Hening

Sudah beberapa bulan ini rupanya saya tidak mengunggah tulisan di rumah ini. Tapi akhirnya rasa rindu menulis di sini mendorong saya kembali ke rumah. Karena sudah lama tidak menulis, mungkin bahasa yang akan saya tuliskan agak sedikit aneh. Namanya juga sudah lama tidak menulis.

Sebagai seorang yang pekerjaannya ialah menulis, beberapa bulan belakangan ini didera masalah klise tiada akhir. Mungkin istilah kerennya ialah stuck idea. Namun masalah ini lebih majemuk lagi, saya tak hanya terhenti di ide tapi juga kehilangan rasa dan gairah untuk menulis. Saya merasakan keterasingan dengan menulis, rasanya aneh jadi asing terhadap hal yang dulu sangat akrab. (more…)

Read More