Pengalaman Menjadi Bagian dari Komunitas Seni Botani di Indonesia

Melanjutkan cerita saya tentang kegiatan yang menyita fokus nulis blog selama 2021 ini salah satunya adalah bergabung dengan komunitas seni botani IDSBA. Saya sama sekali tidak menduga akan begitu intens lagi dalam berkomunitas, karena sudah sangat lama hal itu terjadi. Ceritanya selepas tidak bekerja, saya ingin kembali mengasah dan atau menambah keterampilan diri. Perjalan sampai menemukan komunitas ini juga bukan hal yang disengaja.

Proses Memilih Hal yang Ingin Diasah

Berangkat dari memilah-milah apa sih yang ingin saya asah dan hal apa yang membuat saya bahagia. Tentu saya mulai dari apa yang dulu saya nikmati dan buat bahagia sepanjang prosesnya, yak tak lain adalah seni. Hal ini terbukti saya mampu menyelesaikan pendidikan seni saya dengan baik, itu jadi penanda bahwa saya tahan bantinglah ya di sana. Pede aja dulu.

Lalu mengulik lagi, apa yang sebenarnya ingin saya pelajari lagi karena merasa dulu cukup lemah. Hahaha ini ternyata ada banyak banget dan tak mungkin saya asah seketika. Akhirnya berkelanalah saya di Instagram, dalam prosesnya saya menyadari eksplor media sosial saya berisi lukisan-lukisan bunga dari cat air. Ya, sangat menyenangkan sekali melihatnya, tak jarang pun saya berpikir ingin bisa membuat seperti itu. Namun itu butuh kemampuan dan keteguhan dalam prosesnya, tentu saat itu saya tidak punya.

Kemudian karena masih ter-korea-nan akhirnya menemukan akun-akun seniman dari sana yang terlihat melakukan kegiatan melukis bersama. Hmm jadi di luar sana ada komunitas atau wadah untuk manusia ini belajar bersama. Nah dari sana mulailah saya mempertanyakan apakah di Indonesia ini ada wadah serupa.

Bergabung Bersama Indonesian Society of Botanical Artists

Panjang cerita, saya menemukan seorang yang sepertinya orang Indonesia di Instagram. Eunike Nugroho, dari namanya sih saya cukup yakin beliau orang Indonesia ya. Setelah follow dan stalking segala kegiatan di media sosial, baru saya tau ada komunitasnya bernama Indonesian Society of Botanical Artists yang ia gagas bersama teman-teman seniman lain. Langkah pertama tentu follow akun Instagramnya IDSBA.

Apakah langsung gabung? Tentu tidak, saya termasuk maju mundur dulu karena belum yakin ya. Butuh riset kecil tentang komunitas ini dan menenangkan keinginan bergabung yang takutnya impulsif. Salah satunya karena ada uang keanggotaan yang harus dibayarkan sebagai bukti komitmen bergabung bersama. Namun ternyata keinginan itu serius banget, cukup sekali nonton live Instagram IDSBA dan mba Keke, saya akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri bergabung.

Momen saya bergabung itu pas negara Corona menyerang, jadi praktis segala kegiatannya online. Yak pertemuan perdana adalah via Zoom (asli ini baru sekalinya ikutan pake Zoom), ketemu semua anggota. Sebagai anak bawang yang gagap dengan keriaan berkomunitas, saya ini sebenarnya sangat gugup.

Setelah pertemuan awal tahun itu, tiba-tiba didapuk langsung untuk menjadi bagian dari pengurus yang khusus bagian konten untuk komunitas. Hahahahahhaa, dari sinilah perjalanan kesibukan saya di mulai. Karena ternyata tidak semudah itu fulgoso. Sudahlah ini anak bawang, tak tau apa-apa tapi mendapat tanggung jawab baru yang saya iyakan. Menyesal? Oh tentu tidak, untungnya saya sudah cukup terbiasa menulis dan menulis merupakan hal yang menyenangkan. Sembari belajar melukis yang prosesnya saya sukai juga sekaligus mengerjakan hal yang juga dinikmati (menulis).

Ikut Sibuk Selama Pameran Perdana 2021

Rupanya kegiatan komunitas seni botani ini tidak ada leha-lehanya. Salah satu yang memukau saya adalah tiba-tiba saja ada pameran. Pameran seni merupakan salah satu tempat di mana semua anggota dipaksa untuk menghasilkan karya dan jadi bagian unjuk komitmennya. Awal 2021 langsung digeber pameran seni di Malang, Seruang Karya, berkolaborasi dengan seniman impresionis Sadikin Pard.

Tak ayal saya juga ikut andil di dalamnya, selain ikut tiba-tiba bisa punya karya lukis botani yang lolos untuk dipamerkan juga membantu beberapa kebutuhan konten tulis sepanjang acara. Ikut membantu panitia pameran merupakan pengalaman tak terlupakan, kegiatan seperti ini sudah lama banget tidak saya lakukan, entah kapan terakhirnya. Yang jelas sibuknya sana sini kegiatannya mungkin akan saya tulis terpisah ya.

Kegiatan pamerannya memakan waktu tiga bulan padat banget pokoknya, saya saja bingung bagaimana bisa melaluinya dengan suka cita. Menjura kepada teman-teman yang ikut memeriahkan dan membantu acaranya.

Kegiatan di IDSBA Bersama Seniman Hebat

Komunitas ini termasuk yang penuh guyuran energi positif di dalamnya. Kami semua berkomunikasi melalui chat Whatsapp Group, saling membagikan karya yang sedang dan sudah dibuat, membagikan foto-foto flora terbaru yang dimiliki, membagikan berbagai tips yang berguna bagi pemula. Semua hal yang bermanfaat untuk proses pengembangan kemampuan melukis anggotanya.

Oh, ada pula kegiatan belajar bersama yang rutin diadakan melalui Zoom (dikarenakan pandemi maka semua kegiatan online). Tak hanya belajar teknik melukis, ternyata seorang seniman botani harus juga memahami sisi keilmuannya dan khusus diajarkan pada anggotanya. Awalnya saya bingung buat apa belajar biologi, tapi berjalannya waktu acara BMB (Belajar Mandiri Berbagi) botani ini sangat membantu saya mengenali lebih dekat bagian tumbuhan.

Padahal cuma ikutan dengerin aja ga ambil pusing, tapi lama-lama cara pandang terhadap tumbuhan jadi sangat berbeda jauh. Detail pada tumbuhan pun semakin awas saya lihat jika ingin melukisnya. Rasa dalam melukis pun terasah seiring makin terpapar ilmu botani, ini sesuatu yang tak saya sangka akan alami.

Tentunya ga hanya ikut rame-rame dalam chat saja, saya pun memperdalam kemampuan melukis dengan berbagai latihan. Pada saat menulis blog ini, saya dalam proyek pribadi belajar cat air yang diunggah ke Twitter dengan tagar #RiuusaBelajarWaco. Kalau tidak saya sendiri yang mulai ya ga akan ada perkembangan kemampuan saya.

Sekian ceritanya, nanti saya sambung cerita pamerannya ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like
Read More

30DBlog: Perjalanan Terbaik

Bukan termasuk orang yang terlampau gemar jalan-jalan, menjadikan saya tak terlalu punya banyak cerita. Setiap perjalanan wisata pasti…

Sehat Itu Mahal

Sudah lama ga ngeblog, kali ini nyoba nge-blog lagi. Mau membagi kisah rantau aja ah. Siapa yang tak…