Aroma-Aroma Lembut dari Laury Essential

Masih dalam rangka iseng aja mencoba berbagai merek essential oil yang semakin banyak pilihannya. Disadari atau tidak, ketika mencari minyak esensial di marketplace kini sudah banyak banget. Salah satu yang saya temui adalah Laury Essential. Kebetulan sedang ingin mencari minyak basic seperti peppermint dan lavender.

Selain karena merek baru, saat itu saya juga mempertimbang lokasi pengirimannya. Tertulisnya dari Sukoharjo, biaya sampai Jogja bisa dibilang lebih murah dan pastinya lebih cepat sampai. Gitu deh, mari dimulai saja ulasan pendeknya.

Informasi Umum Minyak-Minyak Laury Essential

Ketika sampai di tangan, dikemas dengan baik dan disertai dengan kardus kecil pembungkus masing-masing minyak esensial. Kardusnya sendiri bagus dan memberikan kesan elegan. Pada pengiriman saya, paketnya tidak ada kebocoran, sempurna pokoknya.

  • Merek: Laury Essential
  • Ukuran: 10ml
  • Varian: Lavender
  • Varian: Eucalyptus
  • Varian: Peppermint
    • Harga: Rp 31,000 (belum termasuk ongkos kirim)

Satu hal yang saya perhatikan, pada tiap-tiap kemasan juga disertai kapan tanggal kadaluwarsa minyak esensialnya. Jadi kamu bisa punya bayangan sampai kapan mau menyimpannya. Tak lupa juga ada keterangan saran pemakaian, kali saja kamu tak ada banyangan bagaimana menggunakannya.

Laury Essential Lavender

Ketika dihirup begitu buka kemasan, aroma bunga lavender yang biasa dibaui pada essential oil langsung bisa kamu kenali. Aromanya lembut banget, termasuk yang ringan, tak ada berat-beratnya. Sudah ada bayangan jika diteteskan ke diffuser akan butuh banyak tetesan agar aromanya kuat. Saya sendiri pakai 10 tetes jika ingin dicampur dan 20 tetes jika ingin khusus Lavender saja.

Karena minyak ini saya gunakan sebagai teman saat menjelang tidur, saya lebih biasa mencampurnya dengan minyak aromaterapi lain. Aromanya menenangkan dan lembut, jadi di saya lebih kerasa jika dioleskan, tapi sayang saja lavender dioles. Minyak ini tak menimbulkan rasa hangat atau panas ketika dioleskan ke area badan (saya tak mengoles area sensitif pada kulit ya).

Laury Essential Eucalyptus

Membeli varian ini karena ingin dicampurkan di diffuser agar mendapatkan efek melegakan pernapasan ketika bekerja, maklum belakangan ini ada saja masalah kalau sudah lupa bebersih atau kena debu sedikit. Namun mungkin karena tipe minyaknya yang lembut, saya tak mendapatkan kepuasaan saat diteteskan ke diffuser, tipis banget baunya.

Akhirnya saya gunakan untuk oles atau baluran dada-punggung-hidung dong. Baunya yang lembut dan tak panas di kulit, malah jadi favorit kalau udah oles-oles. Aromanya jelas minyak kayu putih, tapi versi lebih sultanlah ini. Ada manfaat yang saya rasakan waktu menggunakan dioles, pernapasan sedikit lebih lega. Membantu banget untuk bekal kalau sewaktu-waktu alergi debu atau flu datang.

Laury Essential Peppermint

Berbeda lagi dengan Peppermint dari Laury ini, menurut saya aromanya lebih kencang ketimbang teman-temannya. Mintnya langsung menyeruak memenuhi rongga hidung. Karena itu saya pakai untuk ditetes ke diffuser, cukup 5-10 tetes saja aromanya sudah sangat kuat menyebar seruangan.

Tipe aromanya berat dan di hidung saya ada sedikit titik manis tercium. Meski demikian, kalau kamu oleskan ke bahu siap-siap susah membuka mata di awal-awal karena tajamnya aroma peppermint ini. Serunya lagi minyak ini tak terlalu hangat tapi saat dioles ke bahu dan pundak yang tegang ototnya bisa sedikit melemas. Tapi jika kulitmu sensitif, saya tak menyarankan dioles langsung ya, tetap saja essential oil itu bahan yang keras untuk kulit sensitif.

Dari ketiga aroma yang saya miliki, Peppermint menjadi favorit saya. Karena tipe aromanya yang kuat. Sementara Eucalyptus jadi favorit kedua karena enak banget buat baluran punggung dan dada saat terserang alergi debu atau flu.

4 comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like