Cerita di Balik Tulisan Review Produk di Blog

Berawal dari keresahan diri waktu nyari-nyari ulasan sebuah produk dapur yang berakhir malah merasa frustrasi banget karena tidak menemukan ulasan yang sesuai dengan kebutuhan. Saya akui jika kini trend ulasan telah berganti, sekarang banyak konsumen ramai menuliskan ulasan pada marketplace tempat mereka membeli barang tersebut. Jadi tak heran jika kini makin sulit menemukan ulasan sebuah produk dalam laman blog.

Namun kadang saya ingin mengetahui ulasan lebih dalam lagi, kalau di marketplace kan cuma terbatas karakter yang dituliskan. Selain itu berarti harus buka satu-satu unggahan produk di marketplace, terkadang juga mereka cuma memberi bintang dan ulasan super singkat saja. Jelas ini tidak sesuai dengan kebutuhan saya, karena mencari ulasan yang lumayan niat di beberapa marketplace itu sulit. Biasanya kalau di marketplace lebih fokus ke bagaimana produk dikirim, bagaimana produk asli sesuai dengan deskripsi atau tidak. Pada akhirnya akan nanya ke teman yang sekiranya sudah punya barang ini duluan. Saya juga tak terlalu pandai mencari info di media sosial berbekal tagar.

Bagaimana dengan Youtube? Saya juga kerap mencari info di sini sebagai kombinasi yang makin meyakinkan untuk beli suatu produk. Namun tidak semua kreator memberikan ulasan yang maksimal juga, ada yang membuat isi video tak sama dengan judul, atau audio tidak terlalu bagus. Saya mungkin bukan yang terlalu terkendala kuota, tapi kalau ulasan bertele-tele dan pas kuota mepet ya agak tidak menyenangkan mencari di Youtube. Hahahahaha, banyak kendala di diri ini yang akhirnya balik lagi mengandalkan ulasan di blog orang. 

Berbekal alasan-alasan remeh di atas tadi akhirnya saya bertekad untuk membuat tulisan ulasan produk yang saya beli dan biasanya memang minim ulasan sih ya. Formatnya pun saya sesuaikan dengan kebutuhan yang saya ingin ketahui. Karena semakin biasa beli di marketplace, jadi saya urutkan dari data umum tentang produk itu. Tak ketinggalan saya cantumkan harga dan tempat beli, biar to-the-point aja langsung di awal.

Nah, baru setelahnya saya akan menuliskan pengalaman pemakaian produk ini. Biasanya tulisan agak bertele-tele nan panjang karena emang mau cerita gimana pengalaman pakai, buat yang tidak memerlukan detil ini bisa langsuing skip karena sudah mendapatkan segala informasi utama di atas. Terakhirnya akan saya tutup dengan kesimpulan seperti biasanya. Ya, setidaknya itulah format atau runutan informasi yang saya butuhkan tiap kali mencari suatu produk di internet.

Mungkin akan sangat membosankan ya tiap kali saya mengunggah postingan soal review produk, bisa banget dibaca gimana format tampilannya yang itu-itu saja. Ini tuh saya buat juga biar saya inget pernah beli apa saja dan beli di mana, karena makin lama makin lupa juga. Jadi jika suatu saat kalau nyari produk di internet (dan emang sering kejadian dong) saya akan menemukan ulasan saya sendiri yang memudahkan diri sendiri dapat info.

Jadi demikian ulasan produk dalam blog ini tujuannya dibuat untuk memudahkan diri kalau nyari lagi dan saya harap sih cukup membantu orang lain juga. Semoga kamu juga merasa terbantu dengan adanya ulasan produk yang saya buat ya. Kan enak kalau bisa saling bantu, biar ga tersesat di internet waktu cari produk.

4 comments
  1. kalo aku sih lebih suka nulis pengalaman.. namanya juga review.. tapi bener sih, cari ulasan soal plus minus itu emang ga mudah.. dan kadang pengalaman orang beda-beda..

    1. Iya kan, kebutuhan tiap orang akan ulasan sebuah barang beda-beda. Sebagai yang akhir-akhir ini demen onlen shop, aku merasa kesulitan menemukan ulasan yang seperti aku mau.

      Paling enak ya buat catatan sendiri aja. Ini kejadian di minyak EO, aku suka intip-intip dulu baunya gimana ya…botolnya udah bhay soale.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like

Mau Tidur

Siapa yang sering merasa insomnia? *pasti banyak sih yang merasa insomnia* Kemarin pas ikutan obrolan langsat, agak lama…