Bullet Journal 2021 Setup dengan Format Baru

Tahun ini, saya masih menggunakan buku jurnal sebagai pendukung sekaligus teman merencanakan kegiatan sehari-hari. Setelah beberapa tahun, akhirnya saya bisa bilang sistem penulisan ala Bullet Journal jadi satu hal yang paling cocok dengan keseharian serta kebutuhan. Untuk bukunya, saya pun sudah sangat nyaman menggunakan Leuchtturm1917 hard cover dengan isian titik. 

Saya juga sudah bertualan dan mencoba beragam format penulisan Bullet Journal. Namun pada akhirnya tahun 2021 ini memutuskan untuk membuat sesederhana mungkin setup-nya. Kalaupun ada hiasan kemudian hari, itu bukan hal utama yang harus dipikirkan, namun itu tak lebih jika satu waktu saya tidak bisa mengisi lembar itu dengan baik saja.

Bullet Journal merupakan sistem yang sangat personal, dapat diganti dan disesuaikan dengan kebutuhan saat itu. Jadi tak terpaku pada satu susunan saja. Untuk lebih jelas tentang Bullet Journal bisa baca beberapa tulisan saya yang lain ya. Kali ini saya ingin membagikan bagaimana saya mengatur Bullet Journal untuk 2021. Semoga bisa memberikan inspirasi jika kamu sedang ingin menemukan format yang sesuai.

Format Tahunan Bullet Journal 2021

Memanfaatkan setiap lembar yang ada di buku jurnal ini, ya karena mahal juga beli ini, maka saya putuskan untuk menyederhanakan format tahunannya. Hanya menuliskan angka 2021 dengan hiasan kertas lipat seadanya, yang penting ketahuan ini untuk tahun apa. Pada tahun ini saya memutuskan untuk tidak menuliskan Key Bullet Journal, karena sudah sangat hapal dan seringnya saya ubah sendiri juga sesuai mood.

Selain tanpa Key, saya juga tidak menuliskan Resolusi 2021 dan Goal 2021 atau apalah pencapaian yang ingin saya dapatkan di tahun ini. Tahun ini saya hanya ingin hidup dengan baik saja dan dipastikan hidup. Setelah lebih dari dua buku, saya merasa goal atau resolusi tak akan berimbas juga kalau ditulis, malah lebih sering saya lupakan. Sementara tahun lalu saya masih sempat menuliskan bagaimana risalah tahun sebelumnya di buku. Well, cerita 2020 sudah saya tulis di blog, jadi sudalah lewati saja.

Setelah judul tahun, saya langsung menuliskan Future Log. Di sini saya pakai 2 halaman karena saya tuliskan per-6 bulan dengan format baru seperti ini ya. Pada bagian atas tertera kalender, lalu ada urutan tanggal ke bawah yang mana nanti akan diisi catatan hari penting. Biasanya saya isi ulang tahun siapa atau peringatan meninggal dunia siapa atau perayaan personal apa.

Susunan Bulanan Bullet Journal 2021

Setelah ini langsung masuk ke bagian bulanan. Sulit sekali memang untuk menentukan mau menuangkan apa saja untuk satu bulan. Rumusnya padahal sederhana, apa yang ingin kamu pantau selama satu bulan itulah yang kamu tulis. Tapi ya emang banyak yang dipantau. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk menyusunnya jadi seperti ini:

1. Check In atau Dipantau

Ini merupakan format baru yang ingin saya coba setelah melihat ada banyak para Bujoist menggunakannya. Isinya sebenarnya catatan tentang emotional (emosi), physical (fisik), dan religious (religius). Gunanya untuk menuliskan apa saja perubahan yang dirasakan, mengerucut ketiga topik itu saja. Dengan demikian nantinya bisa dikaji ulang pada bulan depannya atau akhir tahun.

2. Brain Dump atau Luapan Pikiran

Dalam satu bulan pastilah ada satu masa jengkel dan isi kepala penuh dengan masalah yang dibahas. Pada saat itu lah halaman ini diperlukan, untuk menuangkan topik apa yang ingin diulas dan mengganjal. Saya pisahkan juga uneg-uneg itu kalau terkait hal-hal personal di bagian bawah. Jadi nanti bisa dilihat kita sebulan ngeluhin apa saja.

3. Weekly Scedule atau Rencana Mingguan

Di sini saja mencoba memiliki rencana produktif selama sebulan. Seperti jadwal sekolah atau kuliah gitu, saya ingin memiliki kesempatan belajar sesuatu yang baru. Jadi biar tidak lupa hal apa yang harus dikejar, maka saya buatkan halaman khusus ini. Itu dibagi dua cuma biar rapi saja.

4. Monthly Glance (log) atau Kalender Bulanan

Yang ini sudah biasa kan dilihat. Hanya membuat kalender saja. Cara mengisinya, dimulai dengan menuliskan hal-hal khusus bulan ini seperti yang sudah tertera di future log. Lalu saya tambahkan lagi detil penting yang biasanya akan saya temui perminggunya. Nantinya bisa jadi sekali lihat, oh sebulan lalu saya sudah ngapain saja.

5. Gratitude atau Rasa Syukur

Kali ini saya ingin menuliskan rasa syukur saya setiap harinya di Bullet Journal. Sungguh niat ini sangat mulia kok, tak ada maksud lain selain itu. Kadang selain mengeluh, kita juga harus mengingatkan diri untuk bersyukur. Formatnya sederhana saja dan terbatas ya.

6. Monthly Tracker atau Tabel Lacak

Yang ini saya letakkan setelah saya menuliskan Weekly Log, yes ini di akhir. Kenapa begitu? Hal ini untuk menyiasati diri yang sering lupa mengisi tracker, niat saja tapi sering lupa lalu menyesal dan kesal sendiri. Untuk itu saya tempatkan di akhir. Isinya saya bagi dua, yang kiri untuk pencapaian receh saya karena kadang hal-hal ini perlu dilacak. Sedangkan yang kanan untuk kegiatan berkaitan dengan rumah, sepele tapi lebih baik saya catat dari pada lupa.

Format Baru Untuk Mingguan di Bullet Journal

Pada bulan Januari ini Weekly Log atau Weekly Glance berada setelah halaman gratitude. Saya mencoba menggunakan format baru, masih dengan maksud buka dua halaman bisa menyaksikan apa saja rencana seminggu. Dengan format baru ini rencananya saya bisa memantau banyak hal. Lalu bagaimana mengisinya?

Pada bagian atas hanya dituliskan tanggal dan hari. Mulai menuliskan 3 hal utama yang harus dilakukan pada hari itu. Lalu kemudian menambahkan 3-5 hal lain yang prioritas. Di bawahnya mau saya isi catatan sama makan malam apa saja. Lalu akan tersisa kolom panjang banget, akan saya tulis jam jika perlu, nantinya saya tuliskan rencana harian perjamnya.

Sampai saat saya menulis ini, rencana itu sangat membantu saya dan melegakan karena bisa memantau kegiatan sehari-hari dalam seminggu.

—-

Itu tadi susunan Bullet Journal 2021 saya yang baru dan sedang dipakai. Mungkin ada yang bertanya kira-kira kapankan harus mengisi setelah membuat format sebulan? Saran saya setiap menjelang istirahat atau waktu setelah bangun tidur. Kalau malamnya tak sempat, biasanya saya tulis dulu di hape baru nanti saya salin. Tetap di salin, karena kalau di hape akan berantakan.

Saya masih setia menggunakan Bullet Journal karena hal yang saya tangani tak cuma soal kreatif, kerja, namun juga terkait mengurus rumah yang perintilannya banyak banget. Kadang otak ini tak sanggup untuk menampung segala rencana dalam sehari. Jadi harus dituliskan. Menulis Bullet Journal benar-benar bisa membuat saya lebih relax menjalani hari-hari.

6 comments
  1. Wah saya selalu suka sama orang-orang yang rajin banget nulis di bullet journal. Basicly saya juga senang mencatat, sambil melatih tulisan tangan setiap hari. Tapi so far masih menggunakan catatan yang tidak terstruktur. Asal catat saja yang penting kerjaan sehari itu nggak ada yang terlewat, semacam to-do-list, lah. Nampaknya bullet journal ini akan lebih efektif, ya. Mau coba juga ah.

    1. Awalnya saya juga cuma catatan to-do-list saja mba, tapi suka kesekip kalau ada rencana apa lusa dan catatannya keselip. Lalu nemu metodenya dan belakangan jadi terbiasa pakai ini. Dicoba mba, soalnya tiap orang bisa beda kebutuhannya buat mencatat juga 🙂

    1. Iya mba, kalo bagian lupa perintilan itu lho mengingatnya kembali kadang sulit. Ayo mba dicobain, siapa tau cocok 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like