Pentingnya Vaksin Kucing dan Persiapannya

Satu hari suami bercerita jika rekan kerjanya yang sesama pemilik kucing terkaget-kaget saat ia bercerita telah melakukan vaksin kepada kucing baru di rumah. Disampaikan jika ternyata rekannya tak tahu jika kucing bisa divaksin dan ada vaksin untuk kucing. Saya yang mendengarnya pun tak kalah terkejutnya. Karena vaksin untuk kucing bukanlah hal yang asing bagi saya, apalagi kalau sering ke klinik pasti rajin dokter memberikan saran itu.

Lama sekali saya mencerna cerita dari suami tentang ini. Akhirnya saya berbagi kepada teman sesama pemilik kucing, menurut dia, hal ini bisa terjadi karena di lingkungan pertemanan tak ada yang membagikan info itu. Jadi tak heran mengapa beliau tak mengetahuinya dan dari kesimpulan itulah saya tergerak untuk membagikan pengalaman vaksin kucing. Kebetulan banget baru menjalankannya kepada anabul baru di rumah.

Alasan Mengapa Vaksin Kucing Sangat Penting Dilakukan

Almarhum kucing Wingko Babang

Almarhum Wingko Babang merupakan kucing yang membuat saya begitu kenal dengan vaksin kucing. Karena saat pertama kali ke klinik membawa kucing dewasa terlihat terawat maka pasti mendapat pertanyaan “Sudah vaksin?” dari dokter. Seperti halnya manusia, vaksin ini mencegah kucing dengan memberikan kekebalan terhadap serangan virus dan bakteri. Kalau manusia bisa bilang pusing atau sakit di mana, lha kalau kucing cuma bisa mengeong dan bila kesakitan ia akan diam atau cenderung agresif.

Kalau dokter klinik langganan (beserta klinik lain yang pernah saya datangi dulu saat bersama Babang), vaksin ini merupakan pilihan yang bisa saya ambil jika ingin kucing lebih lama hidupnya. Terlebih jika kucing kerap dilepas di luar, kita-manusia-babu kucing tak bisa merencanakan dan menghalau jika ada droplet tertinggal dari kucing lain dengan virus di area jalan-jalan. Saat kucing tak punya kekebalan, otomatis dia mudah kena.

Musim hujan, biasanya sering ditemui kucing sakit atau tiba-tiba sudah wafat. Biasanya hal tersebut karena si kucing terinfeksi virus seperti Distemper dan ini kerap terjadi pada anabul yang belum divaksin. Ada juga yang kena lalu bisa sehat kembali, tapi percayalah proses penyembuhannya begitu panjang dan memakan biaya yang tak sedikit. Teman saya sendiri ada yang kecolongan kucingnya terkena Distemper, sebulan lebih anabul menginap. Penyakit Distemper ini disebabkan oleh Feline Panleukopenia Virus, yang punya resiko kematian tinggi terhadap kucing. Selain merogoh kantong cukup dalam juga membuat sedih setiap kali melihat perkembangan anabulnya di klinik.

Untuk menghindarkan kepergian tiba-tiba anabul kesayangan dan hilangnya dana tak terduga jika mereka terkena virus maka saya sarankan segera lakukan proses vaksin.

Virus yang Dilawan dengan Vaksin

Perlu diketahui jika vaksinnya ada banyak ya dan saya sendiri tidak begitu tau A buat apa B buat apa. Namun kalau dari panduan di buku saku vaksin kucing yang saya miliki, ada beberapa virus yang bisa dibatasi. 

Ini wujud buku saku yang diberikan saat vaksin anabul saya.
  • Canine Parvovirus (menyebabkan diare berdarah dan muntah)
  • Canine Distemper (beragam gejala seperti hilang nafsu makan, mata-hidung berair)
  • Canine Hepatitis (mudah menular, menyebabkan: muntah dan kekuningan)
  • Canine Coronavirus (mudah menular, menyebabkan diare ringan)
  • Canine Leptospirosis (menyerang fungsi hati dan ginjal dengan gejala: demam, kekuningan, nyeri otot. Menular ke manusia)
  • Feline Upper Respiratory Tract Infection (mudah menular, menyebabkan: gangguan pernapasan atas, bersin, mata-hidung berair)
  • Feline Panleukopenia (mudah menular, menyebabkan: diare, muntah, dehidrasi hingga kematian. Sering terjadi pada anakan)
  • Rabies (menyerang sistem saraf dan menimbulkan kematian. Bisa menular ke manusia melalui gigitan)

Untuk detailnya saya tak punya kapasitas menjelaskan lebih, bisa langsung tanya ke dokter hewan ya. Karena saya sendiri hanya mengikuti anjuran dokter ketika vaksin. Dari data di atas ada banyak kan virus yang bisa dihindari jika kucing divaksin. Ya tak salah juga jika dokter hewan bilang bisa memperpanjang umur, karena kalau kena ada yang bisa beresiko kematian.

Kapan Tepat dan Baiknya Kucing Vaksin

Ini kalau dari buku panduan, jika memiliki kucing dari anakan, kamu bisa mulai melakukan vaksin yang idealnya pada 8, 12, dan 16 minggu untuk mendapatkan Felocell 3/Felocell 4. Dan pada usia 16 minggu juga bisa dapat Defensor 3. Lalu kemudian vaksin tahunan. Itu tadi usia ideal ya jika kamu punya kucing dan dalam kondisi sehat bisa mulai di usia 2-3bulan.

Keterangan tentang jadwal ideal perawatan hingga vaksin kucing dan anjing di buku saku.

Namun bagaimana jika punya kucingnya random, baru punya pas usia 6 bulan atau 1 tahun atau 3 tahun atau lebih seperti kejadian di saya? Menurut pengalaman, tetap bisa dilakukan. Apalagi jika kamu tahu si kucing belum pernah mendapatkan vaksin sebelumnya. Sesegera mungkin datang ke klinik dan semua proses vaksin dimulai dari nol. Si kucing akan dapat vaksin pertama dan kedua setelah lolos syarat dari dokter hewan.

Persiapan Kucing Vaksin

Ini yang harus diingat ya, kucing harus (mesti; wajib) dalam kondisi sehat ketika divaksin. Jika kucing sedang sakit jelas tak bisa vaksin karena akan ada pertarungan di daya tahan tubuhnya. Sama seperti manusia, harus sehat dulu baru vaksin. Bagaimana kalau kamu tak yakin jika kucing sehat atau tidak? Bawalah si kucing ke dokter hewan. Beliau-beliau di klinik hewan akan memeriksa dan menganalisa apakah kucing kamu sehat atau tidak.

Tanda sehat yang saya ingat: suhu badan normal, tidak ada ingus di hidung, tidak ada radang pada gusi, tidak ada mencret (yang ini pemilik harus lebih peduli terhadap feses anabulnya), dan tidak bersin. Dokter juga akan mengobservasi melalui stetoskopnya, yang ini saya tak tau standar sehatnya gimana.

Sementara itu persiapan yang saya lakukan sebelum vaksin pertama:

  • Pergi ke klinik untuk observasi, dengan begini saya dan dokter bisa janjian kapan vaksin
  • Memberikan obat cacing. Ini dilakukan sesuai petunjuk dokter ya. Kalau belum bisa memasukkan obat, kamu dapat meminta tolong bantuan di klinik.
  • Tidak memandikan kucing, demi menjaga kestabilan kesehatannya karena bisa saja setelah mandi malah flu atau demam
  • Menanti dan mengawasi perkembangan kucing setelah obat cacing
  • 1 minggu setelahnya biasanya bisa vaksin

Lalu bagaimana jika ternyata hasil observasi dan pemeriksaan menunjukkan kucing sakit? Kembali lagi ke awal, kucing harus sehat dulu. Jadi kamu harus fokus untuk menyembuhkan si kucing terlebih dahulu. Sebaiknya menggunakan resep dokter, diikuti, dan selalu tepat waktu pemberian obatnya. Baru setelah ada tanda sembuh atau obat habis, datang lagi ke klinik. Kalau ini terasa panjang ya prosesnya, namun perjuanganmu akan membuahkan hasil baik kok.

Setelah vaksin akan ada dapat buktinya di buku saku seperti ini.

Anabul saya juga baru sekali ini melewati proses vaksin, jadi dia juga bolak balik ke klinik untuk memastikan kondisinya siap. Setelah vaksin pertama, dokter akan memberitahu jadwal lanjutan vaksin berikutnya. Kalau di saya itu satu bulan kemudian. Jadi praktis sebagai pemilik anabul, saya menjaga kucing dengan memingitnya di rumah. Ini demi dia tidak ketularan penyakit dari kucing teras atau jadi flu karena cuaca. 

Dokter biasanya akan memberikan info untuk tidak memandikan kucing selama 2 minggu setelah vaksin dan tidak melakukan kegiatan berat (lari lari sampai ngos-ngosan). Karena memang kucing akan mengalami kondisi naik turun, jadi memang paling aman tidak mandikan. Saya memilih terus memingit kucing agar bisa diawasi kegiatannya, dengan di rumah dia juga tidak mudah kotor, dan tidak kena tampias air hujan juga. Baru setelah 2 pekan boleh dimandikan jika mau, saya sih mandiin kucing setahun sekali saja hahahaha.

Biaya Vaksin Kucing

Biayanya bervariasi banget tergantung klinik dan lokasi kamu. Namun kisarannya antara Rp 150,000 – Rp 300,000 untuk sekali vaksin. Kalau saya sendiri dapat per-vaksin kucing Rp 180,000. Jadi bisa dikira-kira dan siapkan dana untuk dua kali vaksin perdana. Agak banyak, tapi setelahnya kamu cukup satu tahun sekali mengulang vaksin pada kucing.

Jangan lupa juga siapkan dana untuk obat cacing, kurang lebih Rp 20,000 – Rp 25,000. Si obat cacing ini diberikan setiap 3 bulan sekali. Ples kalau pergi ke klinik hewan juga siapkan dana untuk administrasi klinik. Kita harus tetap membayar biaya pemeriksaan, kisaran Rp 20,000 – Rp 50,000 tergantung kliniknya.

Wah, mahal ya? Saya dengan bangga bisa bilang “memang mahal”.

Namun ini utamanya untuk menjaga ketenangan batin sendiri sih. Saya bisa yakin 70-80% bahwa kucing saya sehat dan tak akan mudah terserang virus dalam waktu satu tahun. Vaksin itu ibaratnya sebuah investasi yang tak akan disesali pemilik anabul. Pengalaman mengurus Babang bolak balik klinik karena penyakit tuanya itu benar-benar menguras dana kami menjadikan pelajaran berharga untuk antisipasi dan mulai persiapan menjaga kesehatan kucing baru dengan vaksin.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like
journal indonesia
Read More

Peralatan Awal Berjurnal

Sekian lama menggunakan sistem bullet journal dalam berjurnal dan merasakan manfaatnya. Saya rasa sudah waktunya membagikan beberapa cerita…
Read More

Settle Down Wingko Babang

Akhirnya, setelah sekian lama terkumpul juga keberanian menuliskan ini di blog. Karena kehilangan tak akan mudah dipulihkan, itu…