Cara Cuci Piring Agar Lebih Menyenangkan

Seiring lamanya mengurus segala urusan rumah, saya pun menyadari ternyata cuci piring merupakan kegiatan kedua setelah setrika yang paling tak saya gemari. Barang yang harus dicuci itu ada banyak banget, jadi rasanya kegiatan ini sangat berat banget dilakukan. Ada yang setuju juga?

Cuci piring atau dalam bahasa Jawa disebut isah-isah selalu saya hindari saat masih lajang. Selain banyak barangnya, kalau tak bersih kan akan ketahuan langsung saat mau makan. Belum lagi kalau dalam prosesnya pecah haduh langsung terbayang omelan orang tua. Hahahaha..

Cuci Piring Menjadi Biang Stress

Tapi ternyata setelah berumah tangga, ya mau tak mau ini harus dihadapi. Yang paling membuat kegiatan ini jadi tak disukai saat saya melewatkan mencuci piring dan membuat tumpukan alat makan meninggi. Padahal ya terlewat karena kerjaan atau urusan penting lain.

<a href='https://www.freepik.com/photos/restaurant'>Restaurant photo created by rawpixel.com - www.freepik.com</a>

Situasi penumpukan di bak cuci piring kerap terjadi dan selalu gejolak rasa tak senang selalu datang meski kita tahu alasan penundaan itu. Lambat laun saya menyadari jika tumpukan piring kotor ini membuat rasa gelisah yang berlebihan hingga stress. Dulu saya sering menangis sedih ketika kepikiran ternyata cucian masih banyak. Adakah yang senasib dengan saya?

Seringnya hal ini terjadi di malam hari dan badan sudah sangat lelah untuk mulai menyelesaikannya. Ditambahi terlalu banyak mikirin itu sudah pasti overthinking kan, jadi stress tipis-tipis, dan makin melebar kemudian. Bisa sampai tak suka di rumah, malas bebersih, malas masak, dan mudah emosi.

Ternyata perkara washing dishes (bahasa inggrisnya mencuci piring) is not simple thing itu benar adanya. Baru mikirin tumpukan saja sudah bikin stress, ngadepin langsung sendirian makin turun mental. Tak heran jika istri akan sangat senang jika suami membantu mencuci piring.

Tips Agar Cuci Piring Lebih Cepat dan Efektif

Oh tapi tenang ini bukan berarti solusi utama dibantuin suami ya. Setelah memutar otak, melakukan beragam cara, saya menemukan cara efektif agar kegiatan ini tidak memberi banyak tekanan atau melelahkan atau bikin stress. 

Photo by Kaboompics .com from Pexels

Kalau melihat tumpukan alat makan kotor, kita pasti kepikiran menyelesaikan bebersih ini memakan waktu banyak dan tenaga ekstra. Cara yang biasa saya lakukan agak aneh dan bertentangan dengan pemikiran tadi. Jadi cara saya ialah:

  • Selalu batasi kegiatan mencuci piring maksimal 15 menit saja
  • Selalu bawa timer atau siapkan stopwatch
  • Tidak meninggalkan cucian piring di malam hari

Yes, benar saya hanya memberi kesempatan satu sesi cuci piring itu 15 menit saja. Cukup banget konsentrasi di depan wastafel cuci piring selama 15 menit. Tak akan terasa begitu pegal, tak juga kelelahan, tumpukan berkurang.

Yang perlu diubah adalah pemikiran mencuci piring hanya dilakukan sekali sehari. Karena cuci piring itu bisa dilakukan hanya 15 menit jadi bisa dibagi di pagi-siang-malam. Kalau tak percaya coba deh setiap kali mencuci kamu nyalakan stopwatch, pasti bisa mengukur sebenarnya biasanya butuh berapa lama.

Saya bisa bilang begini karena sudah mencoba mengukur waktu dan mengetahui jika kegiatan ini rata-rata menghabiskan 14-17 menit saja. Maka 15 menit adalah waktu rerata yang pas. Saya akan meninggalkan kegiatan itu tepat pada menit ke 15, nanti kesempatan lain akan dilanjut. Kalau nyicil gini jadi ringan.

Terpenting lain adalah selalu meninggalkan bak cuci piring dalam kondisi bersih di malam hari. Jangan menunda dan meninggalkan piring kotor untuk keesokan hari. Karena penundaan ini akan membayangimu di malam hari sebelum tidur dan pastinya menghancurkan mood pagi hari. Jelek banget deh pagi-pagi lihat bak cuci piring penuh alat makan kotor yang kemarin sengaja ditunda dan ditinggalkan.

Trik ini tuh saya dapatkan dari para guru beberes rumah yang menggunakan metode The FlyLady. Menurut saya ini yang paling masuk akal, karena pekerjaan rumah tak cuma satu dan semua akan terasa ringan jika dilakukan sedikit demi sedikit.

Kalau di luar negeri, mereka ada alat dishwasher kan, kalau di sini alat itu sangat tak awam dimiliki oleh rakyat kebanyakan. Untuk itu saya mencoba beradaptasi dengan hanya menggunakan panduan waktu 15 menit tadi untuk cuci piring kotor. Dan cara ini sangat efektif serta efisien dilakukan.

Aturan Cuci Piring Bisa Fleksibel

Saya tahu dan sadar kok jika ada banyak kegiatan di rumah yang tak memungkinkan kita memiliki kondisi ideal bak atau wastafel atau tempat cuci piring bersih saat malam hari. Kadang sudah dibersihkan, ada saja anggota keluarga lain yang makan dan meletakkan piring kotor.

Kalau situasinya seperti itu saya memberi pengampunan, karena ya gimana lagi. Yang penting telah menyelesaikan tugas menutup malam dengan 15 menit cuci piring. Jika ada anggota keluarga lain yang menghasilkan piring kotor, setidaknya tak semenggunung saat menunda pekerjaan itu kan.

Nah gitu teman-teman. Semoga cara yang saya pakai ini bisa diterapkan dan mengubah kegiatan cuci piring jadi lebih menyenangkan. Kini kegiatan itu sudah bukan lagi jadi momok besar seperti saat saya kerap menundanya.

4 comments
    1. Kalau saya tetap tinggalkan, lalu diulang lagi pada waktu berikutnya. Misal pagi cuci piring, ternyata tidak selesai maka hitungannya nyicil, dilanjut sore hari. Kadang kan ada barang yang harus direndam pagi agar mudah dibersihkan kemudian, saya tak akan memaksa menyelesaikan seketika karena pasti cwapek.

    1. Iya, kalau dari ajaran metodenya kan di luar negeri yang lebih biasa pake mesin cuci piring itu, ditinggal 15 menit disambi beberes lain trus kelar. Nah kalo di Indo ga semua orang bisa memiliki mesin ini kan, jadi aku modif dengan membatasi waktu cuci piring cuma 15 menit itu mas.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like

Mau Tidur

Siapa yang sering merasa insomnia? *pasti banyak sih yang merasa insomnia* Kemarin pas ikutan obrolan langsat, agak lama…
Read More

30DBlog: Perjalanan Terbaik

Bukan termasuk orang yang terlampau gemar jalan-jalan, menjadikan saya tak terlalu punya banyak cerita. Setiap perjalanan wisata pasti…