Alkisah, Beli Parfum Demi Dapat Buku

Kira-kira ada yang punya alasan konyol beli parfum karena kepingin dapat buku (notebook) gratisan ga seperti saya? Ini semacam pengakuan kegiatan online shopping yang tak terkendali dan tanpa saya sadari. Salah satunya ya pas sadar kepincut beli parfum karena sebuah buku, penasaran isi notebook gratisannya seperti apa. Miapaaaah.

Selama berada di rumah, saya bukan orang yang tidak membuat diri wangi, baik enak diendus diri sendiri juga tidak mengganggu indera penciuman orang lain kalau ternyata prengus. Jadilah agak rajin pakai parfum setelah mandi. Cuma kalau rajin ya jadinya cepet habis ta. Maka saya berpikir kenapa tidak mencari parfum yang (mungkin wanginya) awet dengan harga murah.

Nah, sesekali di sela-sela kesibukan menjelajah Youtube, saya iseng untuk mencari review parfum. Hingga nemploklah pada review parfum lokal merek Pinkberry. Katanya sih ini parfum ada di toserba yang biasa hadir deket rumah itu, tapi nyatanya tiada di tempat saya. Melihat video-video reviewnya sih sudah ada bayangan oh parfumnya akan cukup tahan lama dan harganya murah, sesuai kebutuhan. Namun sudah lama tak kunjung saya beli, kurang aja pemikatnya di benak ini.

Sampai akhirnya iseng nyari di marketplace, mencari official storenya gitu. Nah di sana ada yang upload testimoninya dengan menyertakan gambar, salah satunya ada yang mengunggah gambar beserta notebook. Mulai tergeraklah diri ini untuk menjelajah kolom komentar lebih lanjut.

Akhirnya Membeli Segambreng Parfum Pinkberry

Ternyata komentar pembeli masih deket-deket waktu saya melihat komennya, tidak ada sebulan. Pikir saya sih wah ini berarti bisa dapat juga. Yak buku gratisan itulah yang jadi pemicu hati ini untuk menggelontorkan uang beli parfum. Silahkan, boleh menertawakan saya.

Saya kembali memastikan lagi, melihat gambar-gambarnya bisa disimpulkan jika yang beli itu rata-rata tak cuma membeli satu parfum saja. Jadi pikir saya, beli semua serinya saja dengan begitu kemungkinan dapat bukunya lebih besar. Dan akhirnya ya saya beli semuanya. Sampai saat ini sih segala barang tersier dari skincare, bodycare, sampai essential oil itu beli sendiri dari ngumpulin uang sendiri jadi suami tidak terlalu peduli saya beli banyak parfum Pinkberry.

Barangnya tiba dengan selamat, parfum dikemas dengan bubblewrap, dan buku dikemas pakai plastik. Ini ya sekilas hasil belanjaan yang dikompori oleh sebuah buku gratis. Hmm ada 4 parfum berlabel EDP ini sepertinya nanti akan saya ulas sendiri kalau sudah dicobain satu-satu wanginya ya, mayan buat postingan blog.

Penampakan Buku Gratis

Saya atau mungkin beberapa perempuan lainnya juga punya pemicu remeh untuk akhirnya membeli sebuah barang. Untuk saya, buku gratisan ini memainkan peran kompornya. Waktu pertama datang, suami saya sudah bisa menduga si buku bersampul merah muda inilah yang menjadi alasan saya membeli segambreng parfum. Dia senang waktu melihat wajah sumringah ketika saya membuka buku gratisan. Saya juga senang tidak ditegur, hahahaha.

Mungkin kalau kamu mengunjungi blog saya, di halaman muka terpampang beberapa postingan tentang bullet journal. Sejak mengenal bullet journal, saya jadi sangat dan makin menyukai untuk mengoleksi segala pernik alat tulis. Itulah sebabnya saya cukup antusias membeli parfum (yang memang dibutuhkan) demi mendapatkan buku gratisannya.

Sangat senang ketika tahu bukunya memiliki sampul hardcover. Jadi tak kesulitan untuk menyimpannya. Iya, ini rencananya cuma saya kumpulkan saja dulu, belum langsung ingin dipakai.

Sementara isi bukunya sih standar ya. Dengan selembar halaman yang ditujukan untuk penulisan nama dan akun media sosial. Sementara isinya berupa buku bergaris. Murni buku dengan garis biasa. Kalau dilihat buku ini punya kalender tahun 2020. Jadi karena tidak ada rencana menggunakan dalam waktu dekat, kemungkinan besar halaman itu akan saya hilangkan.

Ya udah gitu aja sih penampakan buku gratisannya yang membuat saya gembira waktu menerima paket. Semoga tak ada hal remeh lainnya yang akan memicu beli ini itu lagi. Amin.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like
Read More

30DBlog: Foto Diri

Topik ini acak banget. Setelah kemarin sempat serius dengan pendidikan, lalu share blog-blog asik, eh sekarang minta foto…