Tentang Perjalanan di Tahun 2020

Seharusnya dan biasanya catatan tentang tahun itu ditulis pada akhir Desember, tapi saya rasa hal itu tak jadi masalah mau kapan menulisnya. Mumpung akhir-akhir ini kepikiran tentang 2020 yang sejujurnya sangat tidak karuan. Semua orang mengalami hal yang sama, ketidakpuasan; masalah; keterbatasan gerak yang tak biasa-biasanya dialami pada tahun sebelumnya. Kita menjalani masa yang sama, oleh karenanya ingin sekali bercerita tentang 2020 yang saya alami. Sekedar melepaskan uneg-uneg gitu lho.

Adanya pandemi ini membuat ruang gerak semua orang terbatas perlahan-lahan. Segala hal dirasa tak leluasa, tapi jika tidak menjaga diri sesuai protokol maka resikonya juga tinggi. Sedari kecil saya (dan mungkin kamu juga) sudah sering mengalami flu berat, bertapa tak menyenangkan rasanya. Saya secara sadar tidak mau mengambil resiko untuk berada dalam kondisi itu, karena paham benar rasanya kalau sakit.

Rebahan Jadi Jalan Ninja Selama 2020 Ini

Lantas dengan segala hal yang serba dibatasi ini praktis saya pun tidak melakukan apa-apa. Awal tahun 2020 saya resmi berpisah dengan perusahaan tempat saya bekerja dan berdiam diri di Jogja. Disambut dengan desas-desus soal Corona pada awal tahun, yang sudah jelas akan sampai ke Indonesia. Sejujurnya sudah tak ada bayangan hal apa yang akan dilakukan selain mencoba membiasakan diri dengan REBAHAN. Ya, sepanjang tahun ini kebanyak saya hanya rebahan, hahahahahaa.

Apakah rebahan ini bisa jadi satu hal yang patut dibanggakan? Saya kurang tahu juga sih. Tapi membiasakan diri untuk tidak melakukan apa-apa dan hanya rebahan membuat saya bertahan untuk punya keinginan berlebih pergi keluar rumah. Jalur prestasi gerak saya biasanya dari kamar tidur – kamar mani – kamar tidur – dapur – kamar tidur.

Terkadang saya menyempatkan diri untuk berada di depan komputer, untuk menulis blog sesekali. Tak jarang juga menyempatkan membuat desain dari pekerjaan lepas, ya untung masih ada sebiji dua biji pekerjaan lepas yang dikerjakan sepanjang tahun ini. Beberapa kali terpanggil juga untuk merintis hobi bercocok tanam, tapi tanaman kan tak bisa dipantengin terus ya.

Sejauh yang saya ingat, 2020 bagi saya penuh dengan kegiatan rebahan saja.

Menelusur Waktu Tidur

Selama beberapa tahun belakangan, tidur pulas merupakan satu hal yang sangat berharga didapatkan. Sangat jarang saya bisa tidur pulas. Pun saya bukan termasuk orang yang rajin bangun pagi, karena rasanya tubuh ini lelah banget. Jadi momen rebahan sepanjang tahun ini memberi saya kesempatan diri untuk kemudian beristirahat, karena saya berharap kualitas tidur bisa jadi lebih dan lebih baik lagi.

Apakah itu berhasil?
Bisa jadi berhasil, karena lama sekali saya mencoba untuk menelusuri waktu tidur selama 2020 ini. Kini sudah bisa lebih produktif saat pagi, ya saya bisa bangun pagi sekarang. Paham betul jika lebih enak produktif di waktu normal dari pada sebelumnya saya suka berkegiatan saat malam hari. Lama-lama capek karena waktu tidurnya kegerus. Sekarang sih sudah cukup mendingan.

Menata Pikiran Sepanjang 2020

Selain banyak tidur dan rebahan, saya juga mulai menata pikiran. Awalnya saya ingin melakukan ini itu, namun pada akhirnya memilih untuk sejenak berhenti berlari mengejar banyak hal. Melakukan banyak kegiatan memang terdengar sangat ideal, tapi saya sadar ada rasa lelah yang harus dibereskan dulu. Kepala ini rupanya terlalu lelah untuk terus berlari.

Saya tak tau persamaan kata dari berhenti berlari atau istirahat ini, semua demi membuat kepala ini lebih tenang. Tujuannya hanya saya ingin kembali untuk aktif berkreasi, sadar benar energi yang dibutuhkan itu banyak, kalau saya paksa bakalan terseok-seok sendiri.

Adakalanya kita harus mendengarkan apa kata hati kan? Dan itu adalah kata hati saya untuk berhenti berlari sejenak. Sempat kepikiran bagaiman nanti mengejar karir mengais berlian kalau saya berhenti? Tapi ya kalau saya terus berlari bisa jadi saya kelelahan. Jadi pilihannya lebih berat untuk sudahlah relakan saja, biarkan pikirannya lebih tertata baru kembali lagi. Terlambat atau tidak itu biar nanti saja dihitungnya.

Jadi 2020 ini praktis saya tak terlalu banyak berkegiatan. Lebih sering tidak melakukan apapun, tidak produktif. Tapi tidak apa-apa, karena setiap orang punya progres masing-masing bukan? 

Oke, itu tadi sedikit kisah saya di 2020. Saya sih mau lanjut rebahan, mungkin sampai 2020 berganti jadi 2021.

2 comments
    1. Iya, bahaya kalau kebanyakan negtingnya di suasana yang seperti ini.
      Wah, meski rebahan tetep terus produktif ya, semangat mba!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like
Read More

idrak: Sepatah Nafas

Ada dalam satu waktu saya mempertanyakan tentang arti hidup dan tentang makna sebuah kematian. Tak jarang pula terbayang…